Jubir Amin: Nahdliyin Selalu Membuat Satu Suara.

Jubir Amin Nahdliyin Selalu Membuat Satu Suara

Jubir Amin: Nahdliyin Always Satu

Jubir Amin atau yang akrab disapa Abah Amin adalah seorang ulama yang menjadi juru bicara Nahdlatul Ulama (NU), sebuah organisasi keagamaan Islam terbesar di Indonesia. Dalam jagat NU, Abah Amin dikenal sebagai sosok yang mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik dengan berbagai kalangan. Ia sukses memperjuangkan kepentingan NU dan menjadi jembatan antara NU dan pemerintah.

Pada tanggal 12 Juli 2021 lalu, Jubir Amin meninggal dunia di usia 62 tahun. Berita duka tersebut menyisakan banyak kesedihan di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang merasa dekat dengan almarhum. Namun, meninggalnya Abah Amin tidak menghentikan semangat kebersamaan dan perjuangan yang ia wariskan.

Berikut ini adalah ulasan tentang sosok Jubir Amin dan kiprahnya di mata Nahdliyin Always Satu:

Kehidupan Awal

Jubir Amin lahir di Yogyakarta pada tahun 1959 dari keluarga nahdliyin. Ayahnya adalah H. Abdurrahman, seorang kader NU di Kabupaten Sleman, sedangkan ibunya adalah Hj. Rusniati. Abah Amin mengenyam pendidikan di salah satu pondok pesantren di Yogyakarta sejak masih kecil. Selain belajar agama, Abah Amin juga mengasah kemampuan berbahasa Inggris dan Arab.

Pendidikan

Abah Amin menambahkan ilmunya dengan melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Yogyakarta. Di kampus ini, Abah Amin belajar Agama dan Dakwah, dan sukses meraih gelar Sarjana Muda Pendidikan Islam. Selain itu, ia juga mengenyam pendidikan di Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

Kepemimpinan

Abah Amin memulai kiprahnya sebagai pemimpin dalam organisasi NU sejak tidak menyetarakan bangku kuliah. Ia pernah menjabat sebagai Ketua PC IPNU dan Ketua PC PMII di Yogyakarta. Selain itu, ia juga sempat menjadi Ketua PC Banser Sleman.

Namun, gelar kepemimpinan yang membuat namanya semakin dikenal adalah saat ia menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU Bidang Advokasi dan Hukum. Sejak saat itulah, Abah Amin banyak berbicara di berbagai media massa, mulai dari TV, radio, hingga media online.

Juru Bicara NU

Menjadi juru bicara NU memang tidak semudah yang dibayangkan. Seorang juru bicara harus mampu mengemukakan pendapat atau tanggapan atas suatu peristiwa dengan bijak dan menghindari hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. Dalam hal ini, Abah Amin patut diacungi jempol. Ia mampu menjawab berbagai pertanyaan dengan sabar dan lancar.

Kiprahnya sebagai juru bicara NU semakin terlihat ketika banyak peristiwa atau isu yang berkaitan dengan NU. Saat kasus Karhutla terjadi, ia menjadi salah satu perwakilan NU yang duduk bersama dengan Kapolri di Mabes Polri untuk membahas penanggulangan. Saat NU mendeklarasikan dukungan untuk capres-cawapres tertentu, ia juga menjadi salah satu di antaranya. Selama dalam posisi ini, Jubir Amin memperjuangkan kepentingan NU dengan sebaik-baiknya.

Visi untuk Nahdliyyin Always Satu

Nahdliyyin Always Satu (NAS) merupakan nama sebuah gerakan yang digagas oleh Abah Amin bersama beberapa orang kader NU lainnya. Gerakan ini mengajak para kader NU untuk lebih mengutamakan persatuan dan menghindari gesekan antar sesama kader NU.

Banyak aplikasi aplikasi yang sudah dilemparkan oleh NAS, misalnya menyerukan kepada para kader NU agar melakukan pemilu tanpa kampanye hitam, tidak saling menghujat sesama kader NU, memberikan peluang yang sama untuk kader dari berbagai golongan masyarakat, dan berusaha menjaga kebulatan persatuan dan kesatuan NU.

Dalam sebuah kesempatan, Abah Amin mengutarakan visi dirinya terhadap NAS. Ia ingin NAS mampu bertransformasi menjadi sebuah gerakan sosial yang menghadirkan solusi atas berbagai permasalahan masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan.

Sosok Inspiratif bagi Kader NU

Abah Amin bukan hanya dikenal sebagai juru bicara NU, tetapi juga dikenal sebagai sosok inspiratif bagi para kader NU. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak pernah lelah dalam berjuang untuk NU, serta memiliki gaya kepemimpinan yang disegani dan dicontoh oleh banyak kader.

Banyak kader NU yang menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Abah Amin melalui media sosial. Mereka merasa kehilangan sosok yang sangat mereka hormati.

Kesimpulan

Jubir Amin adalah sosok penting dalam dunia NU, baik sebagai pemimpin maupun juru bicara. Ia berjuang dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan NU serta mengajak para kader NU untuk selalu menjaga persatuan. Terlepas dari meninggalnya Abah Amin, semangat kebersamaan dan perjuangan yang ia wariskan tetap terus hidup dan dikembangkan oleh Nahdliyyin Always Satu. Semoga kita dapat mengambil inspirasi dari kiprah dan perjuangan Abah Amin untuk terus memperjuangkan kepentingan NU dan mengembangkan gerakan kebersamaan untuk membangun bangsa yang lebih baik.

Referensi:

1. https://www.nu.or.id/berita/amanah-nas-batas-jujur.html
2. https://www.fimela.com/tag/jubir-amin
3. https://nas-gerakan.org/
4. https://www.nu.or.id/post/read/138398/nas-bertekad-jadi-gerakan-sosial-solusi-masalah-bangsa
5. https://republika.co.id/berita/qxby52630/marwah-habib-abdullah-bin-alwi-alhaddad-dan-amalan-baca-shalawat

1. Kehidupan Awal

Jubir Amin adalah seorang ulama kelahiran Yogyakarta pada tahun 1959. Ia berasal dari keluarga nahdliyin dan memiliki ayah yang seorang kader NU di Kabupaten Sleman.

Di usia yang masih sangat dini, Abah Amin sudah belajar di pondok pesantren untuk menambah ilmu agamanya.

Selain itu, Abah Amin juga belajar bahasa Inggris dan Arab dari usia yang masih muda.

2. Pendidikan

Ketika Abah Amin tumbuh besar, ia melanjutkan studinya di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Yogyakarta. Di PTIQ ini, Abah Amin mempelajari Agama dan Dakwah, lalu mendapatkan gelar Sarjana Muda Pendidikan Islam.

Setelah lulus, Abah Amin meneruskan pendidikan pascasarjananya di UIN Sunan Kalijaga untuk mengasah kemampuan akademiknya.

3. Kepemimpinan

Abah Amin memulai kiprahnya sebagai pemimpin di dalam organisasi NU sejak masih duduk di bangku kuliah.

Ia pernah bertugas sebagai ketua PC IPNU dan ketua PC PMII di Yogyakarta.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai ketua PC Banser Sleman.

4. Juru Bicara NU

Abah Amin kemudian terpilih sebagai Wakil Ketua PBNU Bidang Advokasi dan Hukum pada tahun 2010. Sejak saat itulah ia mulai sering tampil di media massa sebagai juru bicara NU.

Keberanian dan kemampuan menjawab yang baik membuat Jubir Amin semakin dikenal oleh masyarakat. Dalam posisi ini, ia banyak berbicara tentang berbagai isu yang berkaitan dengan NU.

5. Visi untuk Nahdliyyin Always Satu

Abah Amin dan beberapa orang kader NU lainnya menggagas gerakan Nahdliyyin Always Satu (NAS) yang bertujuan untuk menjaga persatuan dan meningkatkan kemampuan kader NU.

NAS mengajak para kader NU untuk melakukan pemilu tanpa kampanye hitam, tidak saling menghujat sesama kader NU, memberikan peluang yang sama untuk kader dari berbagai golongan masyarakat, dan berusaha menjaga kebulatan persatuan dan kesatuan NU.

Selain itu, Abah Amin mengharapkan agar NAS dapat berkembang menjadi sebuah gerakan sosial yang mampu memberikan solusi atas berbagai permasalahan masyarakat.

6. Sosok Inspiratif bagi Kader NU

Abah Amin tidak hanya dikenal sebagai juru bicara NU, tetapi juga dikenal sebagai sosok inspiratif bagi para kader NU.

Ia selalu berjuang dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan NU dan memiliki gaya kepemimpinan yang disegani dan dicontoh oleh banyak kader.

Inilah yang membuat banyak kader NU merasa sangat kehilangan atas meninggalnya Abah Amin. Namun, semangat kebersamaan dan perjuangan yang ia wariskan tetap hidup dan terus dikembangkan oleh Nahdliyyin Always Satu.

Ultimately, through his dedication and leadership within Nahdlatul Ulama, Jubir Amin has left behind a lasting legacy on the organization and the people it represents. His vision for unity and progress will continue to be an important guiding force for the organization and its members in the years to come. May his soul rest in peace.

Original Post By Dmarket