Mudah dimengerti: Jokowi adalah musuh bersama bagi tim Paslon 1 dan 3

Mudah dimengerti Jokowi adalah musuh bersama bagi tim Paslon 1

Jokowi Musuh Bersama Kubu Paslon 1 dan 3

Pemilihan umum selalu menjadi waktu yang sangat menegangkan di setiap negara di dunia. Indonesia sebagai negara demokratis juga mempunyai waktu yang sangat menegangkan pada tahun 2019. Pilkada serentak yang diikuti oleh 27 provinsi, 76 kota, dan 416 kabupaten/kota adalah salah satu yang paling menegangkan karena memilih presiden dan wakil presiden.

Pada pemilu 2019, nama Joko Widodo aka Jokowi kembali mencuat sebagai salah satu calon presiden bersama dengan wakilnya, Ma’ruf Amin. Mereka berhadapan dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Di balik pemilihan umum tersebut, Jokowi ternyata pernah banyak mendapatkan kritik dari masing-masing kubu pasangan calon, yaitu paslon 1 dan 3. Berikut adalah kritik terhadap Jokowi dari kedua kubu pasangan calon tersebut.

1. Kubu Paslon Nomor Urut 1

Prabowo Subianto-Sandiaga Uno adalah pasangan calon nomor urut 1 yang bertarung dalam pemilihan umum 2019. Mereka juga merupakan calon presiden dan wakil presiden yang menjadi saingan dari Jokowi-Ma’ruf Amin. Pasangan ini sejak awal kampanye sudah terkenal dengan kampanye-nya yang sangat keras terhadap Jokowi.

Prabowo Subianto, salah seorang pendukung paslon nomor urut 1 yang juga merupakan tokoh-tokoh seperti Amien Rais, Irman Gusman, dan Rachmawati Soekarnoputri, bahkan menyebut Jokowi sebagai sosok yang lemah dan mempunyai pengalaman negatif pada tahun 2014. Prabowo menilai, Jokowi tidak mampu menangani banyak masalah di Indonesia seperti terorisme, pengangguran, sektor energi, dan juga ketertinggalan infrastruktur.

Selain itu, Sandiaga Uno selaku wakil presiden juga menilai bahwa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf terlalu banyak mengeluarkan anggaran namun membuang uang rakyat. Ia berjanji bahwa apabila Prabowo-Sandiaga terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, mereka akan mampu menghemat anggaran pemerintah dan membangun infrastruktur yang lebih baik.

2. Kubu Paslon Nomor Urut 3

Selain Paslon nomor urut 1, Paslon nomor urut 3 yang beranggotakan Prabowo-Hatta Rajasa pada pemilu 2014 juga sempat menyampaikan kritik mereka pada saat kampanye 2019. Meskipun Hatta Rajasa tidak ikut dalam kampanye Prabowo tahun ini, namun Prabowo masih mendapatkan dukungan dari Golkar oleh Airlangga Hartarto.

Di pihak lain, Agus Harimurti Yudhoyono selaku ketua dari Demokrat mengkritik Jokowi yang selalu membicarakan tentang pembangunan infrastruktur yang begitu besar, tetapi ia menyebut visi pembangunan negara tidak memiliki arti banyak bagi rakyat yang masih hidup dalam kemiskinan. Hal ini diungkapkan dalam KTT Demokrat yang diadakan di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (16/4).

Lebih lanjut, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan disebut-sebut sebagai pengkhianat dan koruptor oleh kubu pasangan calon nomor urut 3. Hal ini terbukti dengan banyaknya jual beli tanah yang dilakukan oleh HIsap dalam skala besar. Terlebih dalam pilpres 2014, Luhut diangkat oleh Jokowi menjadi Penasihat Ahli Presiden. Namun kini ia dinilai sebagai pendukung Prabowo.

Kesimpulan

Jokowi-Jusuf Kalla (JK) merupakan pasangan calon yang menjadi pemenang pilpres 2014 yang diadakan pada tanggal 9 Juli 2014. Pada sehari sebelumnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa melakukan “black campaign” atau kampanye hitam terhadap Jokowi dengan menyebarkan leaflet yang isinya berupa tuduhan-tuduhan tak terbukti dan fitnah terhadap Jokowi.

Ibarat pertandingan bola, pada 2019 kemarin Jokowi dan Prabowo kembali bergulat saling menjatuhkan rival. Kritik yang kemudian dilontarkan oleh kedua kubu terhadap Jokowi memang dianggap cukup keras dan begitu mempengaruhi pikiran banyak penduduk Indonesia. Meskipun begitu, Jokowi-Ma’ruf Amin tetap berhasil keluar sebagai pemenang dalam pilpres 2019 dengan suara mencapai 55,50%.

Original Post By Dmarket

Exit mobile version