Cak Imin: Banyak Generasi Muda Enggan Menjalankan Pertanian, Sangat Mengkhawatirkan!

Cak Imin Banyak Generasi Muda Enggan Menjalankan Pertanian Sangat Mengkhawatirkan

Banyak Anak Muda Tidak Mau Bertani, Cak Imin: Memprihatinkan!

Indonesia sebagai negara agraris, seharusnya memiliki potensi besar dalam sektor pertanian. Namun, banyak anak muda saat ini tidak tertarik atau bahkan enggan untuk terjun dalam dunia pertanian. Hal ini menjadi masalah yang memprihatinkan, karena para petani yang ada saat ini semakin menua dan sedikit yang ingin meneruskan tradisi bercocok tanam.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB, Muhaimin Iskandar, atau yang lebih dikenal sebagai Cak Imin. Beliau berbicara di hadapan ratusan petani di acara Pengajian dan Santunan Anak Yatim di Desa Cangkring, Kecamatan Subah, Kabupaten Kebumen, Jumat (27/04/2018).

“Dalam kajian yang kami lakukan dibeberapa daerah, banyak anak muda tidak ingin menjadi petani. Mereka lebih suka mencari pekerjaan yang lebih mudah, seperti menjadi karyawan atau wirausaha,” ujarnya.

Cak Imin mengatakan bahwa fenomena ini harus diatasi secara serius. Penanganan yang tepat harus dilakukan agar anak muda tertarik untuk terjun ke dunia pertanian, seperti memberikan pelatihan atau peluang usaha yang bisa mereka jalani.

“Kita harus mulai meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian dan memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk meneruskan tradisi bercocok tanam,” imbuh Cak Imin.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, luas lahan sawah di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 10,56 juta hektar, sedangkan pada tahun 2018 turun menjadi 10,40 juta hektar. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan, karena seharusnya lahan pertanian semakin berkembang dan luas.

Namun, selain masalah luas lahan sawah, Indonesia juga mengalami masalah lain dalam sektor pertanian, yaitu kurangnya pengetahuan teknologi dan akses ke pasar. Hal ini menyebabkan petani kesulitan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan kualitas panen.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah atau pihak terkait untuk memberikan akses informasi dan teknologi kepada para petani. Selain itu, para petani juga perlu diberikan akses ke pasar yang lebih luas dan tepat, sehingga mereka bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.

Faktor lain yang menjadi penyebab para anak muda tidak tertarik menjadi petani adalah karena mindset yang masih menganggap pertanian sebagai pekerjaan kelas dua. Padahal, menjadi petani bisa memberikan hasil yang cukup menguntungkan dan bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil.

Maka dari itu, menjadi petani perlu dilihat sebagai sebuah peluang bisnis, bukan sekadar pekerjaan. Pelatihan dan pendampingan bisnis juga perlu diberikan agar para petani bisa menjadi sukses dan mandiri secara finansial.

Selain itu, penting juga bagi para petani untuk memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, seperti media sosial dan aplikasi pertanian. Hal tersebut bisa membantu petani dalam menjual hasil panen dan memperoleh informasi terbaru mengenai teknologi pertanian yang lebih canggih dan efektif.

Dalam hal ini, pemerintah juga perlu memberikan insentif atau bantuan bagi petani yang memanfaatkan teknologi pertanian. Hal ini bisa menjadi motivasi bagi para petani untuk belajar teknologi dan memperoleh manfaat dari penggunaannya.

Tidak hanya itu, untuk meningkatkan minat anak muda menjadi petani, juga perlu diberikan akses ke pelatihan atau pendidikan pertanian yang berkualitas. Sekolah-sekolah pertanian atau kursus pertanian bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para anak muda yang ingin belajar tentang pertanian.

Dalam hal ini, pemerintah perlu memperhatikan kualitas lembaga-lembaga pendidikan pertanian yang ada saat ini. Selain itu, juga perlu ditingkatkan pengembangan riset dan inovasi teknologi pertanian, sehingga para petani bisa mendapatkan manfaat dari penemuan-penemuan tersebut.

Selain akses ke pendidikan dan teknologi, juga perlu diberikan insentif kepada para petani yang berhasil mencetak hasil panen yang berkualitas tinggi. Insentif tersebut bisa berupa penghargaan atau hadiah, sehingga para petani terdorong untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

Melihat masalah yang ada di sektor pertanian, maka pemerintah perlu melakukan upaya serius dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Tidak hanya itu, juga perlu diberikan solusi bagi masalah-masalah yang ada seperti masalah lahan sawah, kurangnya pengetahuan teknologi dan akses ke pasar.

Selain itu, perlu diberikan dorongan dan insentif bagi para petani agar terdorong untuk meningkatkan kualitas hasil panen, serta memberikan pelatihan dan pendidikan bagi anak muda yang ingin terjun ke dalam dunia pertanian. Hal ini dapat membantu mendorong pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia dan memperbaiki kesejahteraan para petani.

Original Post By Dmarket