Amin dari Timnas Mengeluarkan Surat Terbuka Setelah Terjebak oleh Gibran

Amin dari Timnas Mengeluarkan Surat Terbuka Setelah Terjebak oleh Gibran

Surat terbuka yang dilakukan oleh Timnas Amin pada tahun 2018 lalu, masih menjadi sorotan banyak orang hingga saat ini. Surat yang ditujukan kepada Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, seakan menjadi jebakan politik bagi Gibran yang saat itu berencana untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo.

Surat tersebut berisikan tentang ketidakpuasan para anggota Timnas Amin atas keputusan Gibran untuk membatalkan kontrak penyediaan makanan dan fasilitas lainnya bagi tim di lapangan latihan yang diakibatkan oleh adanya kekurangan anggaran. Surat yang beredar luas di media sosial tersebut, lantas menjadi bahan perbincangan publik dan menjadi sorotan politik pada saat itu.

Namun saat ini, di tahun 2021, situasi yang ada masih mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Masih banyak yang bertanya-tanya apakah surat tersebut benar-benar sebuah jebakan politik dari Timnas Amin atau hanya sebuah protes biasa?

Maka dari itu, mari kita berbicara lebih dalam tentang surat terbuka Timnas Amin Bikin Surat Terbuka Buntut “Jebakan” Gibran.

1. Gibran Rakabuming Raka

Gibran Rakabuming Raka merupakan putra sulung dari Presiden RI, Joko Widodo. Ia juga merupakan Walikota Solo yang saat itu sedang mempersiapkan diri untuk maju dalam Pilkada Solo. Sebelumnya, Gibran diketahui memberikan dukungan sepenuhnya bagi Timnas Amin, termasuk memberikan dana untuk keperluan tim tersebut.

Namun pada akhirnya, Gibran memutuskan untuk membatalkan kontrak yang telah ia buat dengan penyedia jasa makanan dan fasilitas bagi Timnas Amin. Keputusan ini diambil oleh Gibran atas pertimbangan adanya kekurangan anggaran.

2. Surat Terbuka Timnas Amin

Setelah keputusan Gibran, Timnas Amin mengeluarkan sebuah surat terbuka yang berisi ketidakpuasan para anggota tim terhadap keputusan Gibran. Surat tersebut kemudian tersebar luas di media sosial dan mendapat perhatian dari publik.

Timnas Amin merasa bahwa keputusan Gibran tersebut merugikan mereka secara finansial. Mereka juga mengkritik Gibran karena dianggap terlambat memberikan bantuan kepada tim, yang akhirnya mereka dapatkan dari sumber lain.

3. Kontroversi Surat Terbuka

Surat terbuka yang dieluarkan oleh Timnas Amin tersebut menuai kontroversi di kalangan publik. Sebagian orang berpendapat bahwa surat tersebut merupakan bentuk protes seorang atlet terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan mereka.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa surat tersebut merupakan sebuah jebakan politik yang diarahkan kepada Gibran. Surat tersebut dikeluarkan tak lama sebelum Pilkada Solo dilaksanakan, sehingga banyak orang yang merasa bahwa ini merupakan upaya politik di tengah persaingan Pilkada Solo.

4. Polemik Surat Tersebut Hingga Kini

Meskipun telah berlalu hampir tiga tahun sejak surat terbuka tersebut muncul di publik, namun polemik yang ada di seputar surat tersebut masih terus berkembang hingga saat ini. Banyak masyarakat yang masih membicarakan tentang hal ini, bahkan beberapa media online masih mengangkat berita tentang surat terbuka Timnas Amin itu.

Belum lama ini, Timnas Amin kembali membuat heboh di media sosial dengan menerbitkan buku berjudul “Bola, Politik, dan Bui”. Dalam buku tersebut, Timnas Amin membahas tentang lebih dalam soal surat terbuka yang pernah mereka kirimkan kepada Gibran.

5. Kesimpulan

Surat terbuka Timnas Amin Bikin Surat Terbuka Buntut “Jebakan” Gibran memang menjadi salah satu peristiwa yang menarik untuk dibicarakan. Meskipun telah berlalu hampir tiga tahun, namun polemik yang ada di seputar surat tersebut masih terus bergulir.

Di satu sisi, ada orang yang merasa bahwa surat tersebut hanya merupakan bentuk protes dari para atlet terhadap kebijakan yang merugikan mereka. Namun, di sisi lain, ada juga yang menyebutkan bahwa surat tersebut merupakan sebuah jebakan politik yang diarahkan kepada Gibran.

Yang jelas, polemik ini menunjukkan betapa pentingnya pentingnya dukungan dari pemerintah bagi atlet-atlet dalam menjalankan profesinya. Kedepannya, diharapkan ada dukungan lebih besar lagi dari pemerintah bagi atlet agar semakin banyak atlet Indonesia yang dapat meraih prestasi di kancah internasional.

Original Post By Dmarket