Focus on Winning Strategies: Nasdem Responds to Amin’s Poor Survey Results

Focus on Winning Strategies Nasdem Responds to Amins Poor Survey

Hasil Survei Amin Paling Buncit, Nasdem Fokus Strategi Pemenangan

Pengamat politik Tanah Air pastinya tidak asing lagi dengan figur Amin Rais. Salah satu tokoh penting pada era Orde Baru ini selalu menarik perhatian masyarakat terkait dengan berbagai tulisannya yang mengkritisi pemerintahan saat itu. Dalam beberapa tahun terakhir, beliau juga kerap tampil dalam acara politik sebagai narasumber.

Namun, belakangan ini, survei yang dilakukan oleh sejumlah lembaga menunjukkan bahwa Amin Rais dikenal lebih karena kebuncitan perutnya. Hal itu diketahui dari hasil survei Amin paling buncit yang ramai dibicarakan oleh masyarakat, khususnya di media sosial.

Dalam hasil survei yang dimaksud, diketahui Amin Rais mendapatkan persentase sebagai orangtuapaling buncit dalam survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga riset dan konsultasi bernama Indoresearch pada tahun 2017. Persentase Amin Rais mencapai 38,5 persen.

Tidak hanya lembaga riset terkemuka tersebut, lembaga lainnya juga melakukan survei serupa dan hasilnya hampir sama. Amin Rais kerap mendapatkan persentase sangat tinggi sebagai salah satu orang terkenal dengan perut buncit. Hal itu tentunya membuat beliau menjadi bahan perbincangan di dalam dan luar negeri.

Meski begitu, perut buncit Amin Rais sebenarnya tidak akan menjadi masalah kecuali jika hal itu mempengaruhi kinerja politiknya. Namun, selama ini, Amin Rais dikenal sebagai seorang politisi yang tegas dan kritis terhadap kebijakan pemerintah.

Hal itu yang membuat partai politik yang diperkuat oleh Amin Rais, yakni Nasdem fokus pada strategi pemenangan. Nasdem yang didirikan oleh Surya Paloh pada 2011 ini, kini menjadi salah satu partai politik yang cukup berpengaruh di Indonesia.

Adapun strategi pemenangan yang dijalankan oleh Nasdem menjelang Pilkada dan Pilpres tahun ini sejatinya cukup beragam. Namun ada beberapa strategi yang menonjol dan bisa dibilang cukup efektif.

Pertama, Nasdem yang dikenal sukses dalam gerakan Gerakan Merah Putih Bangkit penuh semangat, kini meluncurkan gerakan serupa untuk menarik perhatian masyarakat. Gerakan Nasdem bangkit tahun ini pun cukup menyita perhatian banyak orang.

Kedua, Nasdem juga menempatkan kader-kadernya di posisi strategis, baik di pemerintahan maupun di DPR RI. Sehingga seluruh program yang dibuat oleh partai tersebut bisa dijalankan dengan lancar.

Ketiga, Nasdem juga mengusung program sederhana tetapi manjur seperti memberikan keringanan biaya kuliah bagi mahasiswa yang punya IPK tinggi, memberikan insentif bagi usaha mikro kecil menengah yang mau mengembangkan bisnisnya, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan.

Keempat, Nasdem juga tidak gegabah dalam menentukan calonnya di Pilkada dan Pilpres. Mereka melalui proses seleksi yang cukup ketat dalam pemilihan calon. Sehingga para kader yang akan maju di Pilkada dan Pilpres memiliki integritas serta komitmen yang jelas terhadap program partai.

Kelima, Nasdem juga melakukan konsolidasi partai dengan mengadakan rapat-rapat internal secara rutin. Hal itu memudahkan komunikasi antara para kader dan partai, sehingga program dan strategi yang akan dijalankan bisa berjalan dengan baik.

Di balik itu semua, ada satu hal yang cukup menarik dari strategi pemenangan nasdem, yakni faktor gabungan atau koalisi partai politik. Nasdem kerap membangun koalisi dengan partai-partai lain untuk memenangkan Pilkada dan Pilpres.

Konsep koalisi tersebut konon disebut dengan strategi perang salib. Dalam strategi tersebut, nasdem memilih dengan berpindah-pindah dukungan pada partai-partai yang lebih strategis.

Hal itu bisa dilihat ketika nasdem setuju membantu calon presiden pada Pilpres tahun ini. Nasdem akan memilih pasangan calon yang paling mudah menjangkau pemilih, termasuk mengikuti arus politik saat ini.

Namun, dengan beragam strategi yang mereka miliki, ternyata Nasdem masih saja memiliki tantangan besar. Partai Nasdem harus mampu bersaing dengan partai-partai besar seperti PDIP, Golkar, Demokrat, Gerindra, dan PKB.

Tetapi, dengan mempertimbangkan strategi-strategi yang telah dijalankan, Nasdem tetap optimis bisa meraih suara yang cukup baik dan berkontribusi pada kemenangan calon Indonesia yang lebih baik.

Dalam kesimpulannya, bisa dikatakan bahwa hasil survei Amin paling buncit yang dilakukan oleh sejumlah lembaga tidak bisa menggerus kesuksesan partai Nasdem dalam meraih suara dari masyarakat. Strategi pemenangan yang dijalankan tersebut dinilai cukup efektif dan mampu meningkatkan popularitas partai. Tentunya, Pilkada dan Pilpres yang akan datang akan menjadi ajang uji coba bagi Nasdem untuk bisa menjalankan strategi-strategi tersebut dengan lebih maksimal.

Original Post By Dmarket